![]() |
| Suasana panas sidang paripuran pemilihan pimpinan DPR beberapa waktu lalu. Foto: Internet/liputan6.com |
Solorayaterkini, SOLO – Drama perpecahan DPR RI antara Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) tak kunjung berakhir. Persoalan pemerintahan ini membuat berbagai kalangan geram, termasuk para mahasiswa.
Ditemui di
kampus FISIP UNS Solo, Ilham Fariq Maulana Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNS
mengatakan kekecewaannya terhadap kinerja DPR yang baru saja dilantik. “Saya
merasa kecewa dengan pemerintah saat ini. Kita hidup di negara yang
mengagungkan nama demokrasi, tapi tidak mau menghargai perbedaan pendapat.
Adanya DPT tandingan di dalam tubuh DPR RI ini sangatlah tidak pantas adanya,”
ucap Ilham, Kamis (6/11/2014).
Menurut Ilham,
adanya dua pihak di DPR itu wajar dan tak masalah, justru malah jadi
penyeimbang dalam mengambil kebijakan pemerintahan. Tapi, anggota DPR saat ini,
menurut Ilham, justru lebih mengutamakan kepentingan partainya masing-masing disbanding
kepentingan rakyat.
Hal senada
dikatakan Bella Rahmadewi Mahasiswa Administrasi Negara UNS. “Seharusnya ada
salah satu pihak yang mengalah ya. Sadar bahwa mereka bekerja untuk rakyat,
bukan untuk kepentingan pihak-pihak tertentu, terutama partai mereka,” ujarnya.
Bella berharap kisruh di tubuh DPR RI ini segera berakhir. (Muna)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar