![]() |
| Foto: Solorayaterkini/ Utari |
Solorayaterkini, SOLO - Ada yang menarik dalam kirab ageng yang dilaksanakan museum radya pustaka Jum’at (11/7) sore. Tepatnya di halaman museum kirab pusaka dimulai, di sekitar museum terlihat rangkaian kain berwarna-warni yang diuntai di beberapa titik. Pemasangan kain ini ternyata memiliki makna tertentu.
“Kain
itu berisi tulisan-tulisan seperti eling, waspada, wicaksana sesuai nama-nama pusaka yang
digambarkan, semua dalam bahasa jawa di mana satu tembung saja memiliki makna yang banyak,” ucap Haryono budayawan
Museum Radyapustaka.
Sebagai
contoh, lanjut Haryono, kata eling,
bisa berkembang menjadi elingno, dielingke,
kaelengake, yang masing-masing memiliki makna berbeda-beda. Hal itu sama seperti
aksara jawa yang setiap aksaranya memiliki makna yang sangat banyak.
Tulisan
dalam kain tersebut adalah wujud redaksional dalam tulisan jawa dari
pesan-pesan jawa. “Itu yang nulis sesepuh dan hanya satu orang saja, butuh
persiapan tersendiri secara spiritual, bahkan saya sampai harus berkali-kali
menanyakan sampai beliau benar-benar siap,” Haryono menuturkan sembari menunggu
rombongan kirab datang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar