![]() |
| Foto: Solorayaterkini/ Muna |
Solorayaterkini,
SOLO – “BBM Naik, Jokowi Turun”, itulah
yel-yel yang sering diteriakkan mahasiswa se-Soloraya saat menggelar aksi tolak
kenaikan harga BBM, Kamis (20/11/2014). Para pendemo menuntut Jokowi untuk
segera menurunkan kembali harga BBM.
Para mahasiswa mengecam kebijakan
Jokowi yang dianggap akan menyengsarakan rakyat. Terutama ketika Jokowi baru
memerintah beberapa hari. “Belum ada 100 hari Jokowi jadi presiden, tapi sudah
mau menyengsarakan rakyat. Mana orang yang dibilang pahlawan dari Solo?,” ujar
Arif Budi, salah satu koordinator aksi saat menyampaikan orasinya di depan para
pendemo.
Aksi yang dimulai sejak pukul 10.30
WIB ini berakhir di Balaikota, setelah sebelumnya berhenti cukup lama di
Bundaran Gladag. Mereka juga memasang spanduk besar bertuliskan penolakan
kenaikan harga BBM di Patung Gladag.
Demo ini membuat lalu lintas di Jalan
Slamet Riyadi yang mengarah ke Jalan Jend Sudirman cukup tersendat. Pasalnya,
para pendemo memblokir jalan dengan memarkir motor di badan jalan Slamet
Riyadi. Mengantisipasi kemacetan, Satuan Polres Surakarta yang bertugas
mengawal demonstrasi langsung memindahkan motor-motor tersebut. (Muna)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar